Sejumlah siswa bersama para guru di salah satu sekolah SMA di Desa Longos, Kecamatan Gapura menggelar shalat Ghaib, Sabtu (3/2/2018).

Sumenep, (Media Madura) – Tragedi meninggalnya Ahmad Budi Cahyono, seorang guru Mata Pelajaran Seni Rupa SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terus mendapat simpatik dari berbagai kalangan.

Guru Budi menghembuskan napas terakhir usai dianiaya muridnya sendiri inisial HI. Penganiayaan itu sendiri dilakukan HI di halaman sekolah usai mata pelajaran kesenian berlangsung, Kamis (1/2/2018).

Sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi memilukan tersebut, sejumlah siswa bersama para guru di salah satu sekolah SMA di Desa Longos, Kecamatan Gapura menggelar shalat Ghaib.

“Selain untuk mendoakan guru Budi, kejadian ini adalah kejadian luar biasa, sehingga kami sangat merasa prihatin,” kata Kepala Sekolah SMA Tafiqurrahman, Fathorrahman (32), Sabtu (3/2/2018).

Sebelum melaksanakan shalat Ghaib, Fathurrahman memberikan wejangan. Ia meminta anak didiknya tidak mencontoh perbuatan yang dilakukan HI kepada guru Budi.

“Siswa yang memiliki ilmu bela diri jangan sampai digunakan terhadap hal-hal yang negatif seperti yang terjadi di Kabupaten Sampang ini. Gunakanlah ilmu bela diri untuk persoalan yang baik,” serunya.

Shalat Ghaib yang digelar di Musala Taufiqurrahman itu diikuti sejumlah siswa mulai tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sementara itu, Ketua Osis SMA Taufiqurrahman, Ainur Rafiqi meminta teman-temannya meningkatkan perilaku yang baik. Sebagai murid, semestinya tahu cara menghormati dan memuliakan guru yang telah berjuang setiap hari agar anak didiknya menjadi manusia yang baik.

“Bukan malah sebaliknya menganiaya guru hingga meninggal dunia. Ini jelas tindakan siswa yang tidak layak ditiru,” tegasnya.

Reporter: Rosi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.