Kapolres Pamekasan didampingi wakapolres dan kabag humas saat konferensi pers hasil penangkapan dua orang tersangka, Jumat.

Pamekasan, (Media Madura) – Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur telah menangkap dua orang atas kasus perusakan dan penganiayaan yang dilakukan sekolompok masyarakat di Desa Ponteh, Kecamatan Galis.

Status keduanya pun saat ini sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Penangkapan ini buntut aksi sweeping yang dilakukan massa Laskar Pembela Islam (LPI) di Desa Ponteh, Jumat (19/1/2018) lalu.

Aksi sweeping itu dilakukan karena tempat tersebut diduga menjadi sarang prostitusi yang ada di bumi Gerbang Salam. Keduanya diduga kuat terlibat dalam aksi tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Media Madura (mediamadura.com) di lokasi, penangkapan terhadap keduanya dilakukan pada, Kamis (25/1/2018), sekitar pukul 16:30 WIB.

“Dari hasil penyidikan dan penyelidikan yang diback up langsung oleh Polda Jatim, maka kami telah mendapatkan dan menetapkan dua orang tersangka dengan inisial MH dan AH, sekarang sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo, Jumat (26/1/2018).

Teguh juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh kepolisian, dan juga saling menjaga kondusifitas wilayah kabupaten Pamekasan.

“Mereka dijerat dengan pasal 70 Ayat 1 kemudian junto 351 dan juga junto 335 dengan ancaman kurungan di atas Lima tahun,” tutupnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.