Orangtua Wardatul Jannah, Aisyah (18) saat menemani buah hatinya dirawat di RSUD Sampang, Rabu (23/1/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Seorang bayi di Sampang, Madura, Jawa Timur, lahir pada awal Desember 2017 lalu dengan kondisi cacat dan bibir sumbing. Ia adalah Wardatul Jannah.

Bayi perempuan yang masih berumur 43 hari itu mengalami kelainan fisik, dan kini sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sudah dua hari ini dirawat di rumah sakit karena kondisinya kritis,” kata ibu Wardatul Jannah, Aisyah (18), Kamis (25/1/2018).

Bayi dari pasangan suami istri Holik (26) dan Aisyah (18), warga Dusun Kapasan, Desa Buker, Kecamatan Jrengik, itu saat ini berat badannya semakin menurun dari batas normal.

Aisyah mengatakan, anaknya sejak lahir yang mengalami kelainan fisik tersebut memang tidak mampu mengkonsumsi makanan melalui organ mulut.

Yuk Peduli: Anda bisa mendonasikan melalui nomor rekening di atas.

“Kami belum tahu jenis penyakit apa yang diderita Wardatul, sementara ini hanya cacat dan bibir sumbing saja serta di sekujur tubuhnya banyak organ yang tidak sempurna,” jelas Aisyah.

Bayi hasil perkawinan muda itu dirawat di ruang Cempaka RSUD Sampang setelah mendapat pendampingan oleh Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang. Awalnya orangtua Wardatul Jannah, tak mau anaknya dibawa ke rumah sakit lantaran terbentur ekonomi.

“Kita mendatangi rumahnya mendapat informasi bahwa ada bayi lahir dari keluarga tidak mampu dengan kondisi kelainan fisik, setelah komunikasi bersama keluarga akhirnya mau dibawa ke rumah sakit,” terang Ketua DKR Sampang Moh Iqbal.

Moh Iqbal akrab disapa Fafan, menyampaikan keluarga Holik dan Aisyah memang selama ini belum mempunyai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Jika kondisi bayi belum membaik selama mendapat perawatan di Sampang, maka direncanakan akan dibawa ke rumah sakit di Surabaya.

Untuk itu, dirinya berencana mencari para donatur agar bisa membantu beban keluarga bayi tersebut selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Sebenarnya sejak awal bayi ini di operasi dan dirawat di rumah sakit, tapi karena kondisi perekonomian sudah tidak mampu lagi akhirnya dibawa pulang untuk dirawat di rumahnya hingga kondisi bayi ini tambah kurus seperti sekarang,” ungkapnya.

“Pasutri ini masih tergolong keterbelakangan pendidikan karena nikahnya masih muda dan belum tahu harus bagaimana,” imbuhnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.