Bangkalan, (Media Madura) – Kasmu alias Kasmo, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Jawa Timur dijemput paksa sejumlah orang di kantor DPRD Bangkalan, Senin, 22 Januari 2018.

Jemput paksa itu, diduga kuat terkait perkara pencabulan anak dibawah umur yang pernah menjerat Kasmu. Pada Senin malam, 2 Februari 2016 silam, politisi Gerindra itu ditangkap Tim Cobra Subdit II Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim di Hotel Oval Surabaya.

Saat itu Kamsu sedang berduaan di dalam kamar bersama LCD (16) gadis yang masih bawah umur. Saat menangkap Kasmu, penyidik Tim Cobra juga menemukan bukti pemalsuan identitas korban yang bertujuan agar bisa diajak berhubungan intim.

Tiga bulan setelah penangkapan itu, tepatnya 13 April 2016, Pengadilan Negeri Surabaya memvonis bebas Kasmu yang dituntut Jaksa Penuntut 7 tahun penjara. Ketua Majelis Hakim, Musa Aini mengatakan memvonis bebas Kasmu karena keluarga tidak menuntut tersangka ke Pengadilan. Selain itu ada juga surat pencabutan berkas perkara oleh keluarga LCD.

Atas Vonis bebas itu, Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri Jawa Timur melakukan kasasi ke Mahkamah Agung. Pada 29 Mei 2017 lalu, MA mengabulkan kasasi itu dan menghukum Kasmu 7,5 tahun penjara sesuai tuntutan Jaksa. Kasmu disanksi membayar denda Rp 100 juta.

Meski sudah ada putusan itu, Kejaksaan Negeri tak kunjung mengeksekusi Kasmu hingga tutup tahun 2017. Melihat riwayat kasusnya, kemungkinan penjemputan paksa Kasmu hari ini terkait kasus pencabulan tersebut.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.