Khofifah Hadiri Rangkaian Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di Sumenep

Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa

Sumenep, (Media Madura) – Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa menghadiri rangkaian peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (16/12/2017).

Namun, kehadiran Khofifah justru menimbulkan opini di sebagian kalangan yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan kontestasi politik di Pilkada Jatim tahun 2018.

Terlebih, salah satu Menteri Kabinet Kerja itu dipastikan akan maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur dalam gelaran Pilgub 2018 mendatang.

- Advertisement -

Menanggapi hal ini, Menteri Sosial, Khofifah langsung meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan acara puncak peringatan HKSN dengan keikut sertaannya dalam bursa Pilgub Jatim.

Pasalnya, penentuan tuan rumah HKSN sudah ditetapkan sejak tahun lalu dengan penyerahan Pataka kepada Gubernur Jatim, Soekarwo.

“Jangan dikaitkan dengan yang lain. Karena penentuan tuan rumah puncak perayaan HKSN sudah ditentukan tahun sebelumnya,” kata Khofifah saat memberikan sambutan.

Ia menjelaskan, peringatan HKSN sudah berlangsung sejak tahun 2004 lalu. Dalam kurun waktu tersebut, beberapa provinsi secara bergiliran menjadi tuan rumah HKSN, seperti Jakarta, Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta dan terakhir Kalimantan Tengah. 

Sedangkan penentuan tempat perayaan puncak didasarkan pada surat permohonan dari Gubernur untuk menjadi tuan rumah HKSN.

“Di Pulau Jawa itu tinggal Jawa Timur yang belum jadi tuan rumah. Kebetulan surat dari Gubernur Jawa Timur sudah dua tahun lalu,” ungkapnya.

Untuk itu, dalam kesempatan ini, Khofifah mengingatkan, bahwa memasuki bulan Desember tahun ini, bangsa dihadapkan pada tantangan-tantangan dalam bentuk musibah, baik itu bencana sosial maupun bencana alam, yang datang silih berganti.

Namun ia mengajak bangsa harus tetap semangat dan optimis, semua tantangan tersebut harus dihadapi dengan tetap berbaik sangka kepada sang pencipta, bahwa semua ini adalah ujian agar Bangsa Indonesia naik peringkat sebagai sebuah bangsa yang lebih baik.

“Pertama yang patut kita ingat, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa, sehingga setiap tindakan perlu kita dasari dengan Do’a, tulus, ikhlas berserah namun ikhtiar tetap kita lakukan dengan sekuat tenaga,” ujarnya.

“Kita kerahkan pemikiran, perencanaan, strategi, jejaring kerja untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang dirundung bencana,” sambungnya.

Menurut Ketua PP Muslimat NU ini, hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai Kesetiakawanan sosial, sebagai salah satu unsur pembentuk Indonesia, peringatan HKSN 2017, agenda-agendanya diharapkan menjadi solusi bagi problematika tang kini tengah dihadapi.

“Sehingga Tema “Kesetiakawanan 

Sosial Perekat Keberagaman”, menemukan langkah yang benar-benar nyata, dirasakan pengaruh dan manfaatnya oleh masyarakat,” urainya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, tema kesetiakawanan itu dipergunakan untuk mendorong agar makna kebersamaan kembali hadir di lintas tingkatan kebudayaan (cara hidup) yang tumbuh dalam ruang lingkup yang bersamaan di Indonesia.

“Intinya, menjaga harmoni dalam tiap 

singgungan kehidupan diantaranya, dan mendistribusikan pembangunan dan hasil-hasilnya secara merata,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selain mengikuti rangkaian HKSN dimana hari peuncaknya masih akan digelar pada tanggal 20 Sesember di Surabaya, Khofifah Indar Parawansa juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat miskin, anak kecil dan penyandang disabilitas yang ada si Sumenep.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.