Bangkalan, (Media Madura) – Salem, 25 tahun, punya pengalaman tak enak saat berkunjung wisata hutan kera di Nipah, Kabupaten Sampang. Ia diperas dan diancam oleh warga yang mengelola parkir.

Pengalama buruk itu terjadi kamis lalu, Salem yang bekerja sebagai sales distributor pada sebuah perusahaan minyak goreng ternama, sedang keliling Pulau Madura, dari Bangkalang hingga Sumenep. Untuk ngecek kondisi tiap agen. memantau pemasaran hingga menyerap keluhan pelanggan.

Disela tugas wajib itu, Salem menyempatkan singgah ke berbagai tempat wisata di Madura. Tiap wisata yang dikunjungi diabadikan dalam video dan diupload ke Instagram atau youtube.

Naik sepeda motor Bersama rekannya, Salem memutuskan singgah ke wisata hutan kera Nipah di Sampang. Mereka tiba siang hari. Agak sulit menemukan hutan Nipah, pertama karena minim penanda. Satu-satunya penanda hanya sebuah plang kecil dari kayu di mulut gang, sebelum jembatan.

Jalan ke hutan kecil, tak muat dua mobil berpapasan, sebelah kiri jalan ada hamparan sawah, sebelah kana ada sungai, airnya keruh sekali.

Kira-kira 600 meter dari gang tadi, ada pertigaan. Disitu ada dua warung dari kayu. Orang-orang di warung itu menyetop Salem. Ada sekitar 7 pria sedang cangrukan, namun hanya yang mendekati Salem. Pria itu meminta Salem memarkir sepedanya di warung itu dan hukumnya wajib.

Dalam hati, Salem menolak karena jika parkir di warung itu, dia harus berjalan kurang lebih 1 kilometer untuk sampai ke hutan Nipah.

Agar pria itu tak tersinggung, Salem menawarkan solusi. Dia akan membayar ongkos parkir di warung Rp 5 ribu. Tapi ingin sepeda motornya tetap bisa dibawa ke dalam. Salem tak masalah harus dua kali bayar parkir.

Pria itu menolak tawaran Salem, dia malah mengucapkan kalimat bernada ancaman. “Silahkan kalau mau dibawa ke dalam, bayar dua kali lipat, tapi kami tidak tanggung jawab kalua sepeda sampean hilang atau baret,” kata si pria seperti ditirukan Salem.

Diancam begitu, Salem memilih balik kanan. Ia memilih berwisata ke air toroan. “Enakan di air terjun, masuk gratis, Cuma bayar parkir,” ucap dia.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.