Butuh Rp 15 Miliar Atasi Banjir di Sumenep

Kondisi genangan air yang sempat dibuat area mancing oleh warga
Advertisement

Sumenep, (Media Madura) – Akhir-akhir ini, wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur khususnya Kecamatan Kota kerap kali digenangi air dan berpotensi banjir saat hujan turun.

Itu disinyalir lantaran minimnya ruang terbuka hijau yang disebakan banyak lahan produktif beralih fungsi menjadi lahan bangunan, terutama perumahan.

Akibatnya, resapan air pun kian minim, sehingga ketika turun hujan dengan intensitas tinggi, genangan air bahkan banjir tak bisa dihindari.

Padahal, sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, idealnya ruang terbuka hijau dan tata ruang harus mencapai 30 persen dari luas wilayah daerah tersebut.

Tapi faktanya, saat ini ruang terbuka hijau di Kabupaten Sumenep tidak sampai 20 persen. Mirisnya lagi, alih-alih bertambah, diduga ruang terbuka hijau setiap tahun mengalami penyusutan.

“Jika sudah banjir seakan alam yang menyebabkan. Padahal ada manusia di situ, dan saat hujan sudah luar biasa pasti genangan air akan terjadi secara terus menerus,” kata Anggota Komisi III DPRD Sumenep Ahmad Zainur Rahman.

Bicara Sumenep, kata politisi Demokrat ini, banjir juga disebabkan minimnya membuangan air. Karena, untuk wilayah Kota Sumenep pembuangan air hujan hanya bertumpu di dua titik, yakni Kali Marengan dan Kali Patrean.

“Sehingga ketika air laut dalam kondisi pasang dan hujan lebat maka dipastikan di daerah daratan akan terjadi genangan air,” terangnya.

 

Ditambah lagi, resapan air di area perkotaan tidak mempuni. Mengingat banyaknya lahan yang telah dibangun perumahan, baik skala kecil maupun perumahan skala besar. Termasuk di jantung kota, seperti di depan Masjid Jami’.

“Kami dari awal kurang setuju didepan Masjid Jamik itu dipadatkan. Karena kalau dipadatkan air akan turun kejalan dan menambah debit air,” ucapnya.

Menurut Zainur Rahman, solusi untuk ancaman banjir tersebut, pemerintah harus membuat resapan air. Namun, apabila mau dibuatkan resapan air, pihaknya memprediksi akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. 

“Anggaran kita diprediksi mencapai Rp 15 miliar untuk membuat resapan air yang memadai,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.