Nur Latifah (7) terbaring lemas dan mendapat perawatan intensif di RSUD Sampang.

Sampang, (Media Madura) – Nur Latifah (7), siswi Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, langsung drop dan dilarikan ke rumah sakit usai diberi suntikan imunisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang merupakan program pemerintah.

Kejadian itu membuat orang tua Nur langsung melaporkan ke Polres Sampang. Sebab, ia tak ingin anaknya dijadikan korban dugaan malpraktek. Saat ini, Nur masih terbaring lemas karena kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya harus menjalani rawat inap di RSUD Sampang untuk mendapat perawatan secara intensif.

Orang tua Nur Latifah, Marsuji (baju biru) akhirnya melapor ke unit PPA Polres Sampang, Senin (20/11/2017). (Ryan Hariyanto/MM).

Siswi kelas 1 di SD Negeri Gunung Sekar 2 itu diberikan suntikan bersama ratusan siswa-siswi lainnya oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Selasa (14/11/2017) kemarin. Seusai pulang sekolah, Nur mendadak panas dan mengalami kejang-kejang.

“Sebelum diimunusasi waktu berangkat sekolah Itu anak saya masih sehat, setelah dikasih imunisasi langsung kondisinya lemas dan kejang Mas, makanya dibawa ke rumah sakit,” kata Marsuji (32) ayah kandung Nur Latifah ditemui di Mapolres Sampang, Senin (20/11/2017).

Pria beralamatkan di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Sampang itu mengatakan, dari pengakuan anaknya, suntikan imunisasi diberikan sebanyak dua kali. Pertama diduga kurang tepat, suntikan mengenai tulang di lengan kiri. Lalu suntikan kedua diberikan.

“Maklum memang Nur badannya kurus, waktu di suntik kena tulang sehingga sampai dua kali, tapi kurang tahu kenapa sampai dua kali dan berakibat kondisinya lemas dan panas,” jelasnya.

Dirinya mengaku semakin heran maksud suntikan imunisasi tersebut. Pasalnya, ketika dirawat inap di rumah sakit, Nur justru didiagnosa oleh dokter karena gizi buruk meski telah diimunisasi.

“Penyakit gizi buruk ini tidak pernah dirasakan anak saya, semakin heran saja, ini menyangkut nyawa,” ungkapnya.

Hingga kini belum ada keterangan polisi atas laporan tersebut meski aduan telah diterima. Bahkan, pelapor diminta untuk kembali melengkapi surat pengaduan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang Firman Pria Abadi, membenarkan adanya siswi yang dirawat sejak Jumat (17/11/2017) kemarin di RSUD Sampang setelah imunisasi. Meski demikian, dirinya menyangkal kejadian tersebut adalah efek pemberian suntikan imunisasi BIAS.

“Bukan malpraktek itu semua sudah sesuai prosedur, Nur Latifah ini kondisinya memang kurus dan ada diagnosa gizi buruk, tidak masalah waktu disuntik imunisasi mengenai tulang,” singkat Firman di balik telepon.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.