Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang Eny Muharjuni, mengungkapkan tingkat konsumsi masyarakat di wilayah Sampang terhadap ikan laut masih rendah. Sebab, dalam setiap tahunnya jauh dari target konsumsi ikan nasional.

“Sampang ini setiap tahun belum mencapai angka 25 kilogram per kapita. Sementara target konsumsi ikan nasional per tahun mencapai 33 kilogram per kapita,” katanya di balik telepon, Senin (13/11/2017).

Eny mengatakan, selama ini tingkat konsumsi ikan laut ada peningkatan meski capaiannya belum signifikan. Seperti di tahun 2014 tingkat konsumsi ikan masyarakat 24 kilogram per kapita, pada 2015 menjadi 24,54 kilogram per kapita. Kemudian, di 2016 naik 24,74 kilogram per kapita.

“Tahun ini belum didata nanti akhir tahun,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat Sampang lebih banyak mengonsumsi ikan yang hidup di air tawar dibandingkan ikan di air laut. Padahal, ikan laut baik dikonsumsi.

Disisi lain, secara geografis, Sampang mempunyai potensi laut yang menjanjikan. Namun kesadaran masyarakat masih rendah untuk mengambil manfaat yang terkandung.

”Rendahnya tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan laut murni karena minimnya kesadaran. Apalagi, harga ikan laut cenderung mahal karena bergantung pada persediaan,” ungkapnya.

Diungkapkan salah satu pedagang ikan di Pasar Srimangunan Sampang, Sumiati (43) mengaku daya beli ikan laut selama tiga bulan terakhir terbilang sepi. Masyarakat Sampang khususnya di perkotaan lebih memilih ikan lain dibandingkan ikan laut.

Dirinya pun masih pesimis meski pada pekan mendatang sudah memasuki moment kebutuhan masyarakat terbilang tinggi yaitu bulan maulud Nabi Muhammad SAW 1439 hijriyah.

“Jarang sekarang pak, banyakan beli ayam, udang, daging sapi, gak tahu kenapa meski pemerintah bersosialisasi di tv agar konsumsi ikan laut, apalagi nanti maulud ini,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan