Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, salah satu Lapas di Jawa Timur

Pamekasan, (Media Madura) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau krisis personel. Hal itu tidak sebanding dengan jumlah narapidana (napi) yang kian membeludak.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur, Giri Purbadi saat berkunjung ke Lapas Kelas II A Pamekasan, Madura, Senin (23/10/2017) kemarin mengatakan, kejadian itu hampir terjadi di seluruh Lapas.

“SDM kita sangat sedikit khususnya Jawa Timur. Jadi, 1 personel menjaga 126 (napi), ini kan sudah tidak wajar,” katanya.

Giri menjelaskan, idealnya, setiap satu personel atau sipir menjaga 50 sampai 70 warga binaan hal itu untuk memaksimalkan pengawasannya di dalam Lapas.

“Kami sudah berupaya melakukan penambahan personel tersebut, kami sedang melakukan tes CPNS di Surabaya. Kita akan ambil seribuan lah, yang daftar 15 ribu untuk Jawa Timur,” tandasnya.

Mantan kalapas Suka Miskin itu menambahkan, di Jawa Timur sekarang sudah melebihi kapasitas. Daya tampung Lapas yang semestinya hanya 8.500 napi saat ini telah diisi sebanyak 24.500 napi lebih 60 persen diantaranya warga binaan dengan kasus narkoba.

“Kami selalu mengupayakan dan meminimalisir angka kejahatan sehingga napi terus berkurang,” tutup Giri.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.