Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan (dok/mm)

Pamekasan, (Media Madura) – Salah satu calon kepala desa (cakades) Kacok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendatangi kantor Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (17/10/2017).

Kedatangan cakades Muhammad Jubri, didampingi puluhan pendukungnya. Kedatangan mereka untuk mengadukan sejumlah kejanggalan dalam proses dan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di desanya pada Rabu 11 Oktober 2017 lalu.

“Kami dan pendukung saya mau mengadu ke DPRD utamanya, terkait suara tidak sah yang dianggap merugikan,” katanya.

Menurut Jubri, mekanisme dalam pelaksanaan pilkades serta proses penghitungan surat suara dinilai sarat dengan kejanggalan. Salah satunya, aturan yang diberlakukan dalam tahapan pemilihan kepala desa tidak sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan (Pemkab).

“Surat suara terjoblos dua langsung dianggap tidak sah. Padahal, dari tata cara yang kami baca, asalkan tidak mengenai gambar calon lain itu sah,” tambahnya.

Ia meminta, panitia agar melakukan penghitungan ulang, surat suara yang dinyatakan tidak sah itu betul-betul diketahui oleh masyarakat, namun jika tidak dihitung ulang, pihaknya bakal membawa persoalan ini ke jalur hukum.

“Kalau sekiranya ada penghitungan ulang, tidak perlu kami gugat,” ungkapnya.

Jumlah daftar pemilih tetap di Desa Kacok, sebanyak 3.137. Perolehan cakades nomor urut 1, Bhaihaki memperoleh 1.203 suara, sedangkan nomor urut 2 Muhammad Jubri mendapat 1.183 suara. Suara tidak sah sebanyak 210.

Sementara perwakilan Komisi I DPRD Pamekasan Andi Suparto usai berdiskusi tertutup dengan puluhan massa menyatakan, dirinya akan menginventarisir satiap laporan dari masyarakat, yang kemudian akan dijadikan bahan pertemuan dengan instansi terkait.

“Terima kasih atas kedatangannya, kami siap menyampaikan keinginan dari masyarakat Desa Kacok ke instansi terkait agar permasalahn itu ditindak lanjuti, karena kami (DPRD) tidak punya wewenang,” katanya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.