Pamekasan, 3/8 (Media Madura) – Upaya pendampingan hukum terhadap Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii akan dilakukan Pemkab setempat. Namun, sebelum itu terjadi, Pemkab bakal meminta persetujuan kepada yang bersangkutan.

“Jika beliau (Syafii.red) dan pihak keluarga menghendaki seperti itu, (maka) kami akan mengupayakan (pendimpangan hukum),” kata Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asy’ari di Pamekasan, Kamis (3/8/2017).

Dikutip dari Kumparan (Kumparan.com), Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan lima orang tersangka dugaan kasus suap penanganan perkara pada Kejaksaan Negeri Pamekasan.

Mereka adalah Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Inspektur Inspektorat Kabupaten Pamekasan Sutjipto Utomo, Kepala Desa Dasok Agus Mulyadi, Kepala Bagian Administrasi pada Inspektorat Noer Solehhoddin, serta Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya.

“Terhadap ketiga tersangka dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan, terhitung sejak 3 Agustus 2017,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (3/8).

Kelima tersangka itu sudah memakai rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan penyidik. Noer yang keluar pada pukul 16.42 WIB menjadi orang pertama yang ditahan. Selang 10 menit kemudian menyusul Agus dan Sutjipto.

Sementara Achmad baru menyelesaikan pemeriksaan pada pukul 18.25 WIB. Sedangkan Rudi yang keluar sekitar pukul 18.45 WIB menjadi orang terakhir yang ditahan.

Noer ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat, sedangkan Sutjipto dan Agus ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Tersangka lainnya yakni Achmad ditahan di Rutan KPK dan Rudi di Rutan Cipinang.

Kelima orang tersebut ditangkap oleh KPK dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di Pamekasan, Madura, pada hari Rabu (2/8). Kemudian mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan intensif. KPK menduga kelimanya terlibat dalam kasus suap terkait pengurusan kasus penyelewengan dana desa yang sedang diusut oleh Kejaksaan Negeri Pamekasan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan