Pamekasan, 4/6 (Media Madura) – Serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dipertengahan tahun sangat minim.

Samapai bulan ini kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan, Taufikurrahman, realisasinya baru 41,25 persen atau sekitar Rp 866 juta dari total APBD Rp 2,1 triliun. Artinya, masih ada Rp 1,2 miliar lebih yang ngendap di kas daerah (kasda).

“Serapan APBD kami masih dikirasan Rp 800 jutaan,” katanya, Minggu (4/6/2017).

Ditambahkan oleh Taufik, penyerapan anggaran Itu rata-rata bukan untuk pembangunan. Tapi, untuk belanja pegawai seperti gaji dan kebutuhan lainnya. Sementara untuk proyek pengadaan dan pekerjaan infrastruktur mandek. Bahkan, proyek yang melalui mekanisme penunjukan langsung (PL) juga tidak jalan.

“Pada prinsipnya, keuangan siap direalisasikan. Kapan pun bisa dicairkan. Tergantung masing masing OPD dalam mengajukan surat perintah membayar (SPM),” tambahnya.

Menurutnya, pengajuan SPM minim. Sebagian OPD masih tahap penyusunan perencanaan. jika OPD menyerahkan SPM, BKD langsung memverifikasi. Jika dokumen itu benar sesuai ketentuan, maksimal 2 hari setelah pengajuan anggaran bisa cair.

“Tapi, jika terdapat kesalahan pada dokumen tersebut, OPD harus memperbaikinya,” ujar Taufik.

Anggaran yang belum terserap itu rata-rata untuk biaya investasi, belanja modal dan pengadaan. Namun demikian dia yakin dalam waktu garan itu bisa terserap. “Insya Allah setelah Lebaran semua jalan,” tandasnya.

Reporter: Rifqi
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan