Pamekasan, 10/5 (Media Madura) – Madura United dipastikan akan berjuang sendirian ketika dijamu Arema FC. Panpel Arema melarang suporter Laskar Sape Kerrab hadir di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 14 Mei mendatang.

Panpel Arema beralasan tidak ada kouta untuk suporter tim tamu. Pertimbangan lainnya, untuk mencegah terjadinya bentrok antar kedua suporter. Berkaca pada pengalaman saat turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu.

Kondisi tersebut langsung ditanggapi oleh komunitas Taretan Dhibi’ (sebutan fans Madura United). Menurut mereka, seharusnya panpel Arema tidak melarang suporter tim tamu ke Malang, mengingat Aremania dan Taretan Dhibi’ telah menyatakan damai.

Pernyataan damai dilakukan di Mapolres Pamekasan beberapa waktu lalu. Dihadiri perwakilan Aremania dan Taretan Dhibi’, juga disaksikan Kapolres Pamekasan dan perwakilan Polres Malang.

“Saya sangat menyayangkan terhadap pelarangan suporter Madura mensupport Madura United di Malang, karena permasalahan Taretan Dhibi’ dengan Aremania sudah selesai,” kata Pembina Taretan Dhibik, Faisal Ibrahim kepada mediamadura.com, Rabu (10/5/2017).

“Aremania sudah meminta maaf kepada Taretan Dhibi’, dan sudah berdamai di kantor Polres Pamekasan tahun lalu, yang difasilitasi oleh Polres Malang bersama Polres Pamekasan,” tegasnya.

Belum lagi dalam pelarangan suporter, imbuh Faisal, diputuskan secara sepihak. Terkesan, memang ada faktor kesengajaan yang dibikin panpel Arema, agar Madura United tidak mendapat dukungan dari suporter fanatiknya dalam laga nanti. Apalagi pertimbangan-pertimbangan yang dijadikan alasan panpel pun dinilai tidak masuk akal.

“Seharusnya keputusannya tidak diambil sepihak, semua masih bisa dibicarakan. Kami curiga ini hanya akal bulus pihak Arema untuk menang mudah melawan Madura United,” tandas Ical sapaan akrabnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan