Pamekasan, 12/2 (Media Madura) – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) identik dengan bau, kotor dan lokasi yang kumuh. Tetapi tidak dengan lokasi tempat pembuangan akhir Angsanah yang terletak di Desa Angsanah Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Di bangunan sanitari landfill TPA Angsanah dengan luas 1,8 hektar ini justru menjadi lokasi wisata baru. Setiap sore hari di lokasi ini dipadati warga untuk berkumpul dan dijadikan tempat selfie.

Sanitari Landfill sendiri merupakan tehnologi pembuangan sampah terkini yang pengoperasiannya minim resiko pencemaran lingkungan.

“Di sini kalau sore hari malah dipadati oleh warga dan muda-mudi berselfie ria, jadi wisata dadakan,” kata kepala dinas lingkungan hidup (DLH) Pemkab Pamekasan, Amin Jabir, disela-sela acara Si “Lali” (silaturrahmi lingkungan) dengan membersihkan lokasi TPA yang melibatkan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP). Minggu (12/02/2017) pagi.

Dijelaskan Jabir, sapaan akrab Amin Jabir, kedepan lokasi pembuangan sampah sanitari landfill itu juga akan dijadikan wisata edukasi persampahan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang tata cara pengelolaan sampah menjadi energi.

Dalam kesempatan itu, kepada sejumlah wartawan ia menjelaskan, pengelolaan sampah dibagi menjadi tiga. Yakni pengelolaan sampah open dumping. Pengelolaan sampah metode ini yakni hanya membuang sampah ke TPA dengan cara ditimbun dan tanpa memproses sampah secara khusus.

Sepanjutnya, kata dia, Tehnologi control landfill, yakni pengelolaan sampah dengan cara menimbun sampah dengan ketebalan sekitar 30 hingga 50cm.

“Sementara sanitari landfill ini merupakan tehnologi terkini dengan mempertimbagkan keselamatan empat hal, yakni manusia, tanah air dan udara,” paparnya.

Di TPA Angsanah yang luasnya mencapai 10 hektar itu, kata Jabir, telah dibangun berbagai fasilitas termasuk sanitari landfill dengan segala fasilitas penunjangnya yang menghabiskan dana sekitar Rp 16 miliar.

Sampah yang diolah di sanitari landfill itu merupakan residu yakni jenis sampah yang telah selesai di proses di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan akan dikelola menjadi sumver energi berupa gas dan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan