Pamekasan, 24/1 (Media Madura) – Persoalan serapan anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan masih saja berlanjut, meskipun dorongan dari berbagai pihak terus dilakukan. Terbukti serapan anggaran tahun 2016 masih lebih kecil dari tahun 2015.

Serapan anggaran tahun 2015 yakni mencapai 87 persen, sementara untuk serapan anggaran tahun 2016 mengalami penurunan yakni 86 persen.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris menuding, tingginya anggaran yang tidak terserap pada APBD tahun 2016 hingga mencapai Rp 363 miliar, lantaran pengguna anggaran tidak punya perencaan yang matang.

“Akibat dari itu maka otomatis masyarakat dirugikan karena tidak dapat menikmati manfaat dari program pembangunan karena kegiatannya tidak terlaksana,” katanya.

Padahal, kata politikus Partai Bulan Bintang (PBB) ini, pigaknya selalu mendorong agar serapan anggaran terus ditingkatkan hampir pada setiap pembahasan APBD.

Selain itu, kata dia, pemerintah pusat bahkan mengancam akan memberikan sanksi bagi pemerintah daerah yang tidak bisa melaksanakan program pembangunan sesuai dengan waktu dan tahapan yang ditentukan. Lebih-lebih apabila di akhir tahun terdapat penumpukan anggaran di kas daerah yang disebakan karena program tidak dilaksanakan.

“Ancaman pemerintah pusat ialah tidak mecairkan anggaran yang kegiatannya tidak dilaksanakan atau yang tidak delesaikan hingga akhir tahun dan akan mengurangi penerimaan dana perimbangan untuk tahun berikutnya bagi daerah yg tidak dapat melaksanakan program pembangunan,” tegasnya.

Tetapi, kata Sulfa sapaan akrabnya, Pemkab Pamekasan tidak takut dengan ancaman dari pemerintah pusat dan masih menyisakan anggaran sebesar Rp 363 miliar yang tidak terserap.

“Untuk itu kami akan minta pertanggung jawaban bupati dan jajarannya nanti pada pembahasan Raperda pertanggung jawaban atau perhitungan APBD 2016,” tegasnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Pemkab Pamekasan Taufikurrahman beralasan, menurunnya serapan anggaran tahun 2016 dibandingkn tahun 2015 tersebut karena berbagai faktor dan umumnya di luar prediksi sebelumnya.

“Ada beberapa hal yang tahun ini di luar prediksi kita, ada beberapa kegiatan yang gagal lelang sampai 3 kali. Lalu ada beberapa kegiatan yang tidak secara maksimal kita serap, terutama dana perimbangan tahun 2016 yang kita dapat di PAK,” katanya.

Taufik sapaan akrabnya juga menguraikan, yang paling berpengaruh terhadap serapan anggaran tahun 2016 ini yakni tidak terserapnya dana perimbangan ke APBD, selain itu juga karena adanya kegiatan yang gagal lelang.

“Tetapi secara keseluruhan tidak ada kendala berarti terkait teknis pelaksanaannya,” terangnya lugas.

Tetapi ia akan terus berupaya sebaik mungkin agar pada anggaran tahun 2017 ini, serapan anggaran bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan